Minggu, 12 Mei 2013

AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP UMAT MANUSIA

AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP UMAT MANUSIA
Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Malikat Jibril secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir dan diturunkan sebagai penutup dari semua kitab-kitab yang sebelumnya. Kitab suci al-qur’an isinya mencakup seluruh inti wahyu yang telah diturunkan kepada para nabi dan rasul sebelumnya. Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad SAW yang terbesar diantara mukjizat-mukjizat lainnya.
Al-Qur’an merupakan pedoman sekaligus menjadi dasar hukum bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad, para rasul datang untuk menyampaikan ajaran Tuhan kepada umatnya. Sebagai manusia para rasul tersebut pasti menemui ajalnya, meninggal dunia. Sepeninggal rasul, kehidupan umat manusia pasti akan kacau tanpa pegangan atau pedoman. Dengan diturunkannya kitab suci, maka umat manusia memiliki pedoman hidup walaupun nabi atau rasul telah tiada.
Kepentingan diturunkannya kitab suci, dalam hal ini Al-Qur’an, yaitu : Agar manusia mengenal dan beriman kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa. Manusia cenderung mengakui adanya suatu kekuatan atau kekuasaan di luar dirinya. Manusia dengan caranya masing-masing mencari zat yang Maha Kuasa.
Pengalaman-pengalaman membuktikan, bahwa dengan hanya menggunakan akalnya manusia sering keliru mengenal Tuhannya. Untuk membantu manusia mengenal Tuhannya dengan benar, perlu adanya tuntunan dari Allah SWT. berupa wahyu yang diturunkan melalui para rasul. Dengan adanya wahyu, manusia dengan mudah dapat mengenal Tuhan yang sesungguhnya, Tuhan yang Maha Pencipta.
Al-qur’an sebagai pedoman hidup manusia dan umat Islam khususnya. Tanpa pegangan atau pedoman, manusia akan kehilangan arah. Kehidupan manusia penuh dengan berbagai persoalan, dari persoalan yang paling ringan sampai yang paling berat. Pada zaman nabi semua persoalan dapat diselesaikan langsung oleh nabi. Jika ada persoalan yang rumit yang nabi sendiri mengalami kesulitan, maka Allah memberi petunjuk melalui wahyu. Setelah Rasulullah tiada, manusia perlu pedoman agar kehidupan mereka tidak kacau balau. Wahyu-wahyu Allah yang dihimpun dalam sebuah kitab yang bernama Al-Qur’an itu menjadi pedoman yang lengkap bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan alam lingkungannya.


sumber :http://blog.umy.ac.id/retnoeno/fungsi-al-qur%E2%80%99an-2/al-qur%E2%80%99an-sebagai-pedoman-hidup-umat-manusia/

Makna Hidup Dalam Pandangan Islam

HIDUP ini sebuah misteri dan penuh rahasia! Manusia memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup. Pada umumnya, manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah realitas yang nampak saja (Q.S 30: 6-7). Tidak ada seorang pun yang tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati, (Q.S 31: 34) dalam keadaan apa ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati, sebagian manusia menyangka bahwa hidup ini hanya satu kali dan setelah itu mati ditelan bumi. Mereka meragukan dan tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan kembali setelah mati (Q.S An-Naml: 67). Adapun mengenai kepercayaan adanya kehidupan setelah mati pandangannya sangat beragam tergantung pada agama dan kepercayaan yang dipeluk dan diyakini.

Islam menjelaskan makna hidup yang hakiki melalui perbandingan dua ayat yang sangat kontras, seperti dicontohkan di dalam Alquran. Seorang yang telah mati menurut mata lahir kita, bahkan telah terkubur ribuan tahun, jasadnya telah habis dimakan cacing dan belatung lalu kembali menjadi tanah, namanya sudah hampir dilupakan orang. Tetapi yang mengherankan, Allah SWT memandangnya masih hidup dan mendapat rezeki di sisi-Nya serta melarang kepada kita menyebut mati kepada orang tersebut. Hal ini dapat kita lihat dalam (Q.S 3: 169). "Janganlah kalian menyangka orang-orang yang gugur di jalan Allah itu telah mati, bahkan mereka itu hidup dan mendapat rezeki di sisi Allah." Sebaliknya ada orang yang masih hidup menurut mata lahir kita, masih segar-bugar, masih bernapas, jantungnya masih berdetak, darahnya masih mengalir, matanya masih berkedip, tetapi justru Allah menganggapnya tidak ada dan telah mati, seperti disebutkan dalam firmannya "Tidak sama orang yang hidup dengan orang yang sudah mati. Sesungguhnya Allah SWT mendengar orang yang dikehendaki-Nya, sedangkan kamu tidak bisa menjadikan orang-orang yang di dalam kubur bisa mendengar," (QS Al-Fathir 22). Maksud ayat ini menjelaskan Nabi Muhammad tidak bisa memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya.

Dua ayat ini memberikan perbandingan yang terbalik, di satu sisi orang yang telah mati dianggap masih hidup, dan di sisi lain orang yang masih hidup dianggap telah mati. Lalu apa hakikat makna hidup menurut Islam?

Seorang filusuf Yunani Descartes pernah mendefinisikan, manusia ada dan dinyatakan hidup di dunia bila ia melakukan aktivitas berpikir. Kemudian Karl Marx menyatakan, manusia ada dan dinyatakan hidup jika manusia mampu berusaha untuk mengendalikan alam dalam rangka mempertahankan hidupnya. Sedangkan Islam menjelaskan manusia ada dan dianggap hidup jika ia telah melakukan aktivitas "jihad" seperti yang telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Q.S. Ali Imron: 169 di atas. Tentu saja jihad dalam pengertian yang sangat luas. Jihad dalam pengertian bukan hanya sebatas mengangkat senjata dalam peperangan saja, tetapi jihad dalam konteks berusaha mengisi hidup dengan karya dan kerja nyata. Jihad dalam arti berusaha memaksimalkan potensi diri agar hidup ini berarti dan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Misalnya, seseorang yang berusaha mencari dan menemukan energi alternatif ketika orang sedang kesulitan BBM itu juga sudah dipandang jihad karena ia telah mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Seseorang yang keluar dari sifat malas, kemudian bekerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, itu juga termasuk jihad karena ia telah mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri, dan bukankah ini jihad yang paling besar karena Rasulullah sendiri menyatakan bahwa jihad yang paling akbar adalah melawan hawa nafsu sendiri.

Hidup dalam pandangan Islam adalah kebermaknaan dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi lingkungan. Hidup seseorang dalam Islam diukur dengan seberapa besar ia melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai manusia hidup yang telah diatur oleh Dienull Islam. Ada dan tiadanya seseorang dalam Islam ditakar dengan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh umat dengan kehadiran dirinya. Sebab Rasul pernah bersabda "Sebaik-baiknya manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. (Alhadis). Oleh karena itu, tiada dipandang berarti (dipandang hidup) ketika seseorang melupakan dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diatur Islam.

Dengan demikian, seorang muslim dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas hidup sehingga eksistensinya bermakna dan bermanfaat di hadapan Allah SWT, yang pada akhirnya mencapai derajat Al-hayat Al-thoyyibah (hidup yang diliputi kebaikan). Untuk mencapai derajat tersebut maka setiap muslim diwajibkan beribadah, bekerja, berkarya berinovasi atau dengan kata lain beramal saleh. Sebab esensi hidup itu sendiri adalah bergerak (Al-Hayat) kehendak untuk mencipta (Al-Khoolik), dorongan untuk memberi yang terbaik (Al-Wahhaab) serta semangat untuk menjawab tantangan zaman (Al-Waajid).

Makna hidup yang dijabarkan Islam jauh lebih luas dan mendalam dari pada pengertian hidup yang dibeberkan Descartes dan Marx. Makna hidup dalam Islam bukan sekadar berpikir tentang realita, bukan sekadar berjuang untuk mempertahankan hidup, tetapi lebih dari itu memberikan pencerahan dan keyakinan bahwa. Hidup ini bukan sekali, tetapi hidup yang berkelanjutan, hidup yang melampaui batas usia manusia di bumi, hidup yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan sang Kholik. Setiap orang beriman harus meyakini bahwa setelah hidup di dunia ini ada kehidupan lain yang lebih baik, abadi dan lebih indah yaitu alam akhirat (Q.S. Adl-dluha: 4).

Setiap muslim yang aktif melakukan kerja nyata (amal saleh), Allah menjanjikan kualitas hidup yang lebih baik seperti dalam firmannya "Barang siapa yang melakukan amal saleh baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ia dengan al-hayat al-thoyibah (hidup yang berkualitas tinggi)." (Q.S. 16: 97). Ayat tersebut dengan jelas sekali menyatakan hubungan amal saleh dengan kualitas hidup seseorang.

Aktualisasi diri!

Salah satu kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah pengakuan dari komunitas manusia yang disebut masyarakat. Betapa menderitanya seseorang, sekalipun umpamanya ia seorang kaya raya, berkedudukan, mempunyai jabatan, namun masyarakat di sekitarnya tidak mengakui keberadaannya bahkan menganggapnya tidak ada, antara ada dan tiada dirinya tidak berpengaruh bagi masyarakat. Dan hal ini adalah sebuah fenomena yang terjadi pada masyarakat muslim. Terlebih rugi lagi jika keberadaan kita tidak diakui oleh Allah SWT, berarti alamat sebuah kemalangan yang akan menimpa. Ketika usia kita tidak menambah kebaikan terhadap amal-amal, ketika setiap amal perbuatan tidak menambah dekatnya diri dengan Sang Pencipta, berarti hidup kita sia-sia belaka. Allah menganggap kita sudah mati sekalipun kita masih hidup.

Oleh karena itu, seorang muslim "diwajibkan" untuk mengaktualisasikan dirinya dalam segenap karya nyata (amal saleh) dalam kehidupan. "Sekali berarti, kemudian mati" begitulah sebaris puisi yang diungkapkan penyair terkenal Chairil Anwar. Walaupun ia meninggal dalam keadaan masih muda dan telah lama dikubur di pemakaman Karet Jakarta, tetapi nama dan karya-karyanya masih hidup sampai sekarang. Kalau Chairil Anwar telah "berjihad" selama hidupnya di bidang sastra. Bagaimana dengan kita? Mari berjihad dengan amal saleh di bidang-bidang yang lain. Agar kita dipandang hidup oleh Allah SWT. Amin.***

Kamis, 09 Mei 2013

"Ketika tangis dan tawa tercipta, maka disitulah letak makna hidup yang sebenarnya"

“Masih ada dalam bayangan yang cukup untuk di kenang….masa-masa dulu waktu SMA aku yang lugu tak tau apa itu hidup,aku yang selalu mengambil jalan kesalahan, bersenang-senang dengan teman, besenandung ria tanpa luka dan penuh kegemberiaan yang menyelimuti hari-hari dan tak sadar sebenarnya aku sedang becumbu dengan sang misteri ilahi, tapi kini waktu sudah berlalu berganti dengan seribu misteri lagi, yang siap untuk menghantui jalan-jalan keheningan dalam gelapnya malam…
secangkir kopi tetap menemani di kala serintik hujan gerimis, di tengah alun-alun kota kecil yang orang menyebutnya kota keliwat “Ngawi”. senang hati memandang orang yang lewat berlalu-lalang, terkadang menebar senyum dan tawanya di bagikan kepada stiap manusia yang sudah duduk di persimpangan jalan kecil di penuhi para pedagang kopi lesehan dengan tebaran sumringah…
seruputan kopi dan hembusan asap rokok masih menemani lidah dan bibir yang mencibir hina karena dosa-dosa, kata-kata sedikit kotor muncul keluar menyambangi gadis-gadis yang lewat di depan mata, kurang lebih empat gadis manis berjalan di depan para pria yang haus akan gumpalan daging kering yang hina, tubuh yang molek, gaun yang indah juga di kenakannya, seakan para bidadari yang turun dari langit, seakan ucapan para pujangga yang menyebutkan kecantikan wanita itu benar adanya, seketika itu dengan sapa tanpa irama dan seenaknya ku ucapkan lewat bibir lentikku….”haii…jian” tertuju pada empat gadis manis berlenggang tipis dengan aroma brownis tersenyum sinis……sang gadis empat ketus dalam sapaan mesraku, dia tetap berjalan menatap arahnya tanpa memandang orang yang telah meneriakinya adalah lelaki misterius bagai lebah yang siap menghinggapi sang mawar….
berengsek dalam pikiran ku pada sang gadis-gadis yang menjadi sOk manis!,aku tak trima dengan sikapnya yang seolah mengacuhkanku di sana…hahahahaha,tak tau kenapa aku bisa begitu marah seakan sapaan itu harta paling berharga yang aku keluarkan dari mulut hinaku, dan di acuhkannya sapaan oleh sang gadis membuatkU semakin kehilangan harga diri atasnya…..masih dalam keaadaan semangat rasa penasaranku sekian kali ku sapa lagi “;hai jian!!!…..lagi-lagi para gadis tak meperdulikan sapaanku…dengan nada yang kencang aku sulutkan api amarahku pada semua bidadari yang tak jadi turun ke bumi…”hai…jiannn,,cOk”…hahahahahaha…tawa ria riang gembira meledak!!!para sodara yang bukan angota keluarga pun tertawa bersama mengomentari sapaan yang spontan keluar dari mulut tololku, seaekan kata itU menjadi sebuah balasan yang indah untuk para bidadari yang kemudian hilang pergi……
aku berharap para bidadari tau bahwa aku adalah lelaki sejati, bukan sesosok manusia pengemis cinta yang mengemis dari para bunga yang menebar pesona aroma surga dunia,yang mudah tergoda dengan satu senyum gilanya..,!
dengan semuanya aku mampu belajar dan memetik secuil makna yang terkisah dari para manusia yang berusaha memperjuagkan hak hidupnya, hak di mana manusia bisa hidup selayaknya dengan pemikirannya….
sejenak berintropeksi, sikap yang seenaknya sendiri masih melekat dalam hatiku, dalam tingkah laku yang penuh dengan kekocakan yang tanpa arah, kebiasaan yang celelek an, arogan, juga masih hinggap dalam benakku…tapi aku tak malu dengan semua itu, aku juga ingin memperjuangkan hak kehidupanku dengan berani beda yang menurutku sebuah anugrah yang indah untuk di asah, demi bertumbuh kembangnya memaknai hidup itu sendiri…
aneh dan nyleneh itu boleh!jadi jangan di anggap remeh…..

pocils.wordpress.com

Arti Kehidupan

     Arti hidup ??
apa yang kalian ketahui tentang hidup ??
Menurut saya Hidup itu adalah perjalanan
yang dimana di dalam hidup itu kita tidak akan selamanya di atas kadang pula ada saat nya kita berada di bawah dan pasti selalu ada rintangan dan tantangan yang harus kita hadapi
hidup di dunia ini kita harus punya tujuan kemana kita akan melangkah kan kaki kita
apakah ke jalan yang lurus dan penuh dengan kebahagian atau ke jalan yang berkelok yang penuh dengan siksaan ???
  semua itu kembali kepada kita sebagai umat manusia
PAHAMILAH .....!